Rabu, 31 Maret 2010
Peluang Usaha Studio Musik
Bagi Anda yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam bermain musik, rasanya pas banget jika Anda berniat membuka usaha ini. Tidak harus Anda fasih dalam memainkan alat-alat musik. Lagipula, bila Anda memiliki lahan / tempat cukup di umah Anda (misal halaman depan/samping rumah) bisa Anda manfaatkan untuk tempat studio musik tsb. Hemat biaya lokasi bukan??
Pada umumnya, usaha studio music ini memang tidak berdiri sendiri, namun bergabung dengan usaha lainnya seperti kursus musik, sehingga investasi pembelian alat musik dan tempat usaha dapat dimanfaatkan.
Untuk awal bisnis jika Anda memiliki modal pas-pasan, Anda bisa membuka persewaan studio musik saja terlebih dahulu. Nah, untuk ke depannya, Anda bisa menambah / memperluas usaha Anda dengan menambah ruang sewa studio music, menjual peralatan musik baru / second, menjual buku-buku musik bahkan kursus musik.
TAHAP PERSIAPAN & MODAL
Setidaknya Anda memiliki minat/kegemaran di dunia musik, sehingga Anda tidak terlalu gaptek jika ada perkembangan baru seputar dunia musik.
Carilah tempat penjualan alat musik yang murah dan berkualitas baik.
Utamakan membeli peralatan musik yang standar digunakan diantaranya : gitar, bass, drum, organ/piano.
Siapkan biaya untuk renovasi tempat studio musik atau studio rekaman, buat semenarik dan senyaman mungkin dan kedap udara. Karena dengan tempat yang nyaman, pelanggan akan merasa betah sehingga akan memperpanjang waktu sewa mereka.
Biaya operasional kerja, seperti kebutuhan untuk administrasi, biaya listrik, biaya pemeliharaan alat, gaji pegawai dsb.
Pengetahuan teknis tentang peralatan musik, dapat menghemat biaya perawatan alat musik Anda. Jika saja pengetahuan Anda pas-pasan, paling tidak Anda memiliki tenaga / tempat servis yang dapat dipercaya untuk mengatasi kerusakan/gangguan pada peralatan.
Buatlah brosur semenarik mungkin tentang studio rekaman/musik, dan sebarkan di lingkungan anak-anak sekolah (SMP/SMU) dan lingkungan kampus karena kebanyakan pengguna studio musik adalah seusia mereka.
TIPS MENJALANKAN USAHA
Dalam menjalankan sebuah usaha, tentunya Anda harus pintar-pintar dalam mengelola dan mempertahankan eksistensi usaha Anda agar dapat berkembang dengan baik. Berikut tips dari saya mengenai usaha studio musik ini..
Buat rencana bisnis studio recording & musik dengan matang dan sebaik-baiknya sebelum Anda memulainya. Anda tidak mau modal Anda yang cukup besar ini sia-sia bukan?
Selalu perhatikan alat-alat musik yang Anda sewakan, ketahui juga penggunaannya. Jangan sampai ada pelanggan yang tak bertanggungjawab merusak peralatan Anda.
Anda bisa memasang kamera pengintai dalam studio recording & musik, sehingga tenaga operator Anda dapat selalu mengawasi penggunaannya.
Buatlah aturan penyewaan studio musik. Baik sewa harga per-jamnya, kapasitas orang yang boleh masuk ke studio, aturan di dalam studio dll.
Berikan pelayanan yang terbaik pada semua pelanggan studio band.
Seiring waktu, lengkapi peralatan yang terbaru dan digemari.
Berikan fasilitas tempat kendaraan pelanggan yang aman. Agar pelanggan benar-benar puas terhadap pelayanan studio band Anda.
PUASA RAMADHAN
Seorang anak berusia 3,5 tahun dikabarkan meninggal karena kurang gizi dan penyakit radang paru, setelah berpuasa selama 27 hari. Saat meninggal, berat badan anak tersebut tinggal separoh dari berat badannya semula. Lho, koq bisa? Ya, tentu saja, karena selama berpuasa, anak tersebut tidak diberi apapun selain air yang telah dimurnikan. Kenneth Jaffrey, ayah anak itu adalah seorang naturopath, yang percaya bahwa puasa sangat bermanfaat bagi kesehatan. Namun jenis puasa seperti ini ternyata sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak. Karenanya, NCAHF melarang praktek prolonged fasting (puasa jangka panjang) semacam ini yang umumnya ditujukan untuk tujuan kesehatan. Dan NCAHF percaya, orangtua yang menyuruh anak-anaknya berpuasa jenis ini sama artinya dengan melakukan child abusing.
Kasus diatas tertulis dalam artikel milik National Council Against Health Fraud (NCAHF) mengenai puasa. Seperti halnya badan sensor, NCAHF merupakan sebuah lembaga yang melawan terjadinya praktek-praktek penipuan atau praktek-praktek yang membahayakan kesehatan. Dengan demikian, apakah artinya berpuasa itu berbahaya? Tentu saja tergantung jenis puasanya. Puasa jangka panjang seperti diatas, tampaknya memang berbahaya, tetapi bagaimana dengan puasa ramadan?
Ternyata, puasa ramadan sungguh berbeda dengan puasa-puasa lainnya. Puasa lain umumnya ditujukan untuk diet (menurunkan berat badan), atau untuk tujuan kesehatan. Tapi tujuan umat Islam berpuasa di bulan ramadan bukan lantaran ingin sehat atau ingin kurus. Puasa ramadan semata-mata ditujukan untuk beribadah kepada Allah, untuk melatih mental umat muslim agar mampu menahan diri dari berbagai godaan. Dari segi kesehatan, banyak sekali manfaat-manfaat yang bisa kita peroleh, asalkan puasa dilakukan dengan baik dan benar.
Kalau begitu, manfaat apa saja sih yang bisa kita dapatkan? Apakah betul puasa ramadan tidak berbahaya? Sekelompok peneliti, baik dari Iran, Yordan, Maroko dan negara-negara lain telah membuktikannya. Mereka membuat penelitian khusus seputar puasa ramadan, salah satunya, Dr. F. Azizi dan rekan-rekannya dari Fakultas Kedokteran di Universitas Tehran, Iran. Tim peneliti ini menyimpulkan bahwa puasa ramadan tidak menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan, malah sebaliknya membawa efek positif.
Puasa dapat menurunkan kadar gula darah, menurunkan kolesterol dan juga menurunkan tekanan darah sistolik. Karena itu puasa malah dianjurkan bagi penderita penyakit kencing manis yang kadar gula darahnya masih terkontrol dari pengaturan makanan. Puasa juga disarankan bagi mereka yang memiliki kelebihan kolesterol dan mempunyai penyakit darah tinggi ringan sampai sedang. Selain itu, puasa pun bisa membuat awet muda dan umur panjang lho. Penelitian pada tumbuhan membuktikan bahwa dehidrasi ringan yang terjadi selama 8 hingga 10 jam—seperti halnya saat puasa—ternyata malah bisa memperpanjang usia.
Secara mental, puasa juga memberikan dampak positif. Orang-orang yang berpuasa ramadan merasakan kedamaian dan ketenangan. Selain itu, berdzikir dan membaca Quran ternyata tidak hanya menenangkan hati dan pikiran, tetapi juga dapat memperbaiki kemampuan mengingat. Bukan itu saja, sholat tarawih yang dilakukan setelah berbuka puasa ternyata dapat membakar sejumlah kalori dan menurunkan berat badan pula. Gerakan-gerakan sholat dapat dianggap sebagai olahraga ringan, yang memang diperlukan untuk menjaga tubuh agar tetap bugar.
Makanan yang Dianjurkan Saat Berpuasa
Makanan apa sajakah yang sebaiknya dimakan saat berpuasa? Makanan beragam tentunya sangat disarankan, agar kandungan lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral tetap terpenuhi. Makanan yang dimakan saat sahur sebaiknya adalah jenis makanan yang kaya serat dan protein. Makanan tinggi serat akan dicerna lebih lama oleh tubuh, sehingga proses pengosongan lambung pun akan lebih lama pula. Makanan semacam ini dapat diperoleh dari komplex karbohidrat, sayur-sayuran dan buah-buahan. Komplex karbohidrat biasanya terdapat dalam makanan seperti gandum, cereal, beras merah, roti berserat, dan lain-lain. Yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah kebutuhan cairan. Sup dan jus buah saat sahur, dapat menambah kebutuhan cairan dan mineral tubuh.
Selain itu, kurma dan pisang juga sangat baik dikonsumsi baik saat sahur maupun berbuka. Dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, disebutkan bahwa nabi Muhammad saw biasa berbuka dengan buah kurma. Membicarakan tentang buah kurma memang sangat menarik. Dalam Petunjuk Gizi (Kompas 1998) tentang ‘Mengenal Buah Kurma’, disebutkan zat mineral yang terdapat dalam kurma adalah kalsium, fosfor, kalium, belerang, natrium, khlor, magnesium, besi, mangan, tembaga, kobalt, seng, khrom, yodium dan fluor. Bahkan, kandungan besi kurma per 100 g buah kering dari varietas tertentu bisa memenuhi kebutuhan zat besi manusia per hari dalam semua situasi. Disamping itu kurma mengandung vitmain seperti thiamin atau vitamin B1, riboflavin atau vitamin B2, biotin, asam folat atau folacin, asam askorbat atau vitamin C, provitamin A (beta carotene), nicotinamide, retinol equivalent, asam pantotenat dan vitamin B6.
Makanan dan minuman apa sajakah yang mestinya dihindari? Saat makan sahur dan berbuka, hindari makan yang berlebihan serta makanan yang terlalu banyak mengandung lemak dan minyak. Minum teh berlebihan saat sahur dapat meningkatkan produksi air kencing dan mengeluarkan zat-zat mineral dalam tubuh yang diperlukan. Karena itu sebaiknya terlalu banyak minum teh pun perlu dihindari di saat sahur. Begitu pula halnya dengan kopi. Yang perlu diingat, bagi penggila kopi ada baiknya untuk tidak mendadak mengurangi konsumsi kopi. Jadi, beberapa hari sebelum puasa, penggemar kopi sebaiknya mengurangi konsumsi kopi secara bertahap. Mendadak memberhentikan atau mengurangi kebiasaan minum kopi dapat mengakibatkan sakit kepala yang dapat mengganggu kelancaran puasa.
Siapa sajakah yang Harus Berhati-hati saat Berpuasa?
Dalam AlQur’an telah disebutkan bahwa orang yang sakit diijinkan untuk tidak berpuasa. Penderita penyakit kencing manis atau Diabetes Melitus (DM) tipe I—DM yang tergantung insulin—dianjurkan untuk tidak berpuasa. Orang-orang yang menderita penyakit darah tinggi berat, dan penyakit jantung juga tidak dianjurkan untuk berpuasa. Begitu pula dengan penderita penyakit migrain berat, yang kekambuhannya terjadi lantaran perut kosong. Bagi mereka, kalau pun tetap ingin berpuasa, harus dengan pantauan ketat dokter. Sedangkan bagi penderita DM tipe II—DM yang tergantung pada obat-obatan—diperbolehkan berpuasa asalkan pengaturan jadwal dan jumlah obat yang diminum betul-betul diperhatikan.
Bagaimana dengan penderita maag? Maag dalam dunia medis dikenal dengan istilah syndrom dyspepsia. Ada 2 jenis syndrom dyspepsia yaitu fungsional dan organik. Maag tipe fungsional lebih sering diderita oleh masyarakat. Umumnya, maag jenis ini disebabkan oleh kelebihan asam lambung atau kejang dinding lambung. Penderita maag jenis ini malah dianjurkan untuk berpuasa. Rumor yang beredar bahwa puasa dapat meningkatkan asam lambung dan menyebabkan tukak lambung ternyata tidak terbukti. Sebaliknya penelitian para ahli bahkan menunjukkan bahwa puasa dapat memberikan keuntungan pada keasaman lambung yang abnormal. Namun, untuk penderita maag jenis organik, misalnya peradangan dinding lambung, maupun borok (tukak) lambung, kalaupun ingin berpuasa haruslah berhati-hati. Karena, penderita tukak lambung umumnya memproduksi asam lambung berlebih, bahkan selama berpuasa. Sehingga hal ini dikhawatirkan dapat memperparah borok dan menimbulkan perdarahan lambung.
Bagi mereka yang menderita sakit, Allah memang sudah memberi keringanan untuk tidak perlu berpuasa. Namun bagi yang sehat, puasa ramadan ternyata malah menyehatkan bukan? Insya Allah, dengan memperhatikan asupan makanan yang masuk, dan tetap menjalankan ibadah-ibadah lainnya di bulan puasa, bukan hanya pahala puasa yang didapat, tetapi juga badan yang sehat.
Diet di Bulan Puasa
Mana mungkin? Barangkali itu hal pertama yang Anda katakan.
Percayalah, diet di bulan puasa bukan hal yang mustahil. Coba
perhatikan, apakah berat badan Anda selalu turun selama puasa?
Jawabannya : belum tentu. Banyak orang yang justru mengalami
kenaikan berat badan. Sebabnya, di saat buka puasa, ada orang yang
cenderung makan berlebihan, dan berpikir, " Ah , saya kan sudah
sehari penuh tidak makan. Jadi tak apa-apa dong, kalau saya makan
sedikit lebih." Tambahan lagi, banyaknya minuman dan penganan
manis yang tersedia di atas meja. Kalau sudah begitu, apa kabar
program diet yang selama ini sudah Anda jalani? Jika ingin tetap
ramping di bulan puasa, ikutilah tip-tip berikut ini.
• Makan secukupnya saat sahur. Usahakan untuk mengkonsumsi cukup karbohidrat, protein dan lemak.
• Hindari nasi di saat berbuka. Cukup konsumsi lauk pauk dan sayur mayur.
• Jika ingin makan makanan manis, seperti kolak, cukup diambil isinya, dan jangan minum kuahnya.
• Bila usai shalat tarawih perut masih terasa lapar, makanlah buah-buahan dan minum air putih. Jadi, Anda tidak akan tidur dengan perut kosong.
Makanan Yang Sebaiknya Dikonsumsi Di Saat Sahur.
Sahur penting artinya bagi kesehatan tubuh. Bila saat sahur
kita tidak mendapat cukup karbohidrat yang merupakan sumber
energi, kita cepat merasa lemas dan tak berenergi di siang hari.
Akibatnya, kita bisa tergoda untuk berbuka sebelum waktunya.
Berikut tip-tip tentang makanan yangs ebaiknya Anda konsumsi di
saat sahur.
Jangan lupa makan nasi. Roti dan sejenisnya memang lebih mudah
dicerna. Namun, orang cenderung mengkonsumsi roti dengans selai
manis yang tidak mengandung serat serta gizi cukup. Sebaliknya,
jika makan nasi, Anda tentu akan menambahkan berbagai macam lauk
pauk dan sayur mayur. Selain terasa lebih mengenyangkan, zat-zat
bergizi tang terkandng dalam bahan makanan pun lebih kompleks.
Jangan mengkonsumsi makanan yang terlalu asin, asam atau pedas.
Makanan yang banyak mengandung garam akan mengundang masukan air.
Hasilnya, Anda akan cepat merasa haus. Sedangkan makanan yang asam
dan pedas hanya kaan membuat Anda sakit perut.
Makan makanan yang sudah Anda kenal. Maksudnya, jangan
bereksperimen di saat sahur. Bila Anda sudah terbiasa makan nasi,
sebaiknya hindari makanan sejenis pizza, pasta atau hamburger yang
terasa asing di lidah. Jika Anda tidak biasa mengkonsumsi makanan
sejenis itu, efek samping yang segera terasa adalah sakit perut.
Ini tentu akan menggangu jalannya puasa Anda.
Seputar Puasa, Maag, Wanita Hamil dan Minuman Hangat
Bila sakit maag sedang kambuh dan Anda merasa benar-benar tidak
kuat, disarankan Anda tidak berpuasa. Mengapa? Sebab, saat sakit
maag, lambung Anda terluka. Bila tidak ada makanan yang aharus
dicerna, maka luka yang ada akan terkena asam lambung. Inilah yang
menimbulkan rasa perih di perut. Makanan yang Anda konsumsi dapat
mentralisir rasa sakit. Itu sebabnya, penderita maag disarankan
untuk makan setiap beberapa jam sekali.
Secara medis, orang yang sedang hamil disarankan untuk tidak
berpuasa. Demikian juga secara agama. Mengapa? Sebab; anak dalam
kandungan membutuhkan cukup pasokan gizi. Bila sang ibu berpuasa,
maka janin yang dikandungnya tenatu tidak dapat mensuplai makanan.
Ini akan berpengaruh pada perkembangan serta kesehatan janin.
Banyak yang bilang, minuman hangat dan manis wajib dikonsumsi saat
berbuka. Hangat atau dingin sesungguhnya hanya soal selera. Memang
benar, minuman hangat lebih cepat diserap tubuh bila dibandingkan
dengan minuman dingin. Namun, suhu minuman tidak memiliki pengaruh
apa-apa bagi kesehatan Anda. Sedangkan, makanan dan minuman manis
dibutuhkan untuk meningkatkan gula darah dalam tubuh. Saat
kita berpuasa, kadar gula darah akan menurun secara perlahan, dan
menyebabkan tubuh terasa lesu dan lemah. Mengkosumsi minuman manis
akan menormalkan kadar gula. Sehingga, tubuh pun akan terasa segar
kembali.
TEKNOLOGI DALAM BIDANG PERKEBUNAN
Didiek H. Goenadi
Wayan R. Susila
RINGKASAN
Dengan laju pertumbuhan yang relatif konsisten sekitar 4% per tahun, baik pada situasi ekonomi normal maupun krisis, subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Peran penting tersebut mencakup penyediaan lapangan kerja, devisa, pengentasan kemiskinan, pembangunan pedesaan, dan pelestarian lingkungan.
Di sisi lain, agribisnis perkebunan Indonesia dinilai belum berkembang secara optimal yang tercermin dari rendahnya produktivitas dan efisiensi. Di samping itu, agribisnis perkebunan secara terus menerus menghadapi perubahan lingkungan strategis, baik bersumber pada isu globalisasi, lingkungan, perubahan selera konsumen, perubahan kebijakan ekonomi makro pemerintah, serta dinamika ekonomi makro Indonesia. Agar agribisnis perkebunan dapat terus berkembang maka agribisnis perkebunan harus merespon perubahan tersebut dengan cepat dan tepat. Pengembangan teknologi merupakan salah satu syarat keharusan dalam merespon perubahan lingkungan strategis tersebut.
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia telah menghasilkan berbagai teknologi guna meningkatkan produktivitas dan daya saing agribisnis perkebunan Indonesia. Teknologi yang dihasilkan mencakup teknologi yang berkaitan dengan pemuliaan, bioteknologi, budidaya konvensional dan budidaya organik, panen, pengolahan/industri hilir, penanganan dan pemanfaatan limbah, dan berbagai masukan untuk merumuskan kebijakan guna pengembangan agribisnis perkebunan.
Agribisnis perkebunan yang demikian dinamis menuntut perubahan teknologi perkebunan yang cepat untuk masa mendatang. Pada dekade mendatang, bidang teknologi yang masih perlu terus dikembangkan adalah bidang pemuliaan, tataguna air, bioteknologi dan perkebunan organik, teknologi industri hilir, teknologi pemanfaatan limbah, dan teknologi informatika serta pasar.
________________________________________
PENDAHULUAN
Subsektor perkebunan memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia. Subsektor perkebunan mempunyai peran yang signifikan dalam penyediaan lapangan kerja dengan kontribusi sekitar 17 juta pada tahun 2003. Peran ini relatif konsisten, baik ketika Indonesia mengalami masa krisis maupun dalam masa booming. Subsektor perkebunan juga sangat strategis dalam penyediaan pangan, seperti minyak goreng sawit dan gula, yang merupakan salah satu pilar stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia. Terhadap PDB secara nasional tanpa migas, kontribusi subsektor perkebunan adalah sekitar 2.9 % atau sekitar 2.6 % PDB total. Jika menggunakan PDB dengan harga konstan tahun 1993, pangsa subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah 17.6%, sedangkan terhadap PDB nonmigas dan PDB nasional masing-masing adalah 3.0% dan 2.8% (Badan Pusat Statistik 2004).
Sejalan dengan dinamika yang terjadi, subsektor perkebunan secara terus menerus mengalami perubahan lingkungan strategis. Pertama, perubahan lingkungan strategis tersebut bersumber dari isu globalisasi yang pada dasarnya menuju pada liberalisasi perdagangan dan industri. Hal ini berimplikasi bahwa sektor pertanian Indonesia harus mampu secara terus menerus meningkatkan daya saingnya. Kedua, perubahan lingkungan strategis pada isu-isu lingkungan. Ketiga, sektor pertanian juga mengalami perubahan lingkungan strategis yang berpangkal dari pelaksanaan otonomi daerah. Perubahan faktor politik dan krisis multi-dimensional yang kini dihadapi Indonesia juga merupakan sumber perubahan lingkungan strategis. Merebaknya isu-isu keadilan juga merupakan faktor lain yang turut merubah lingkungan strategis sektor pertanian.
Salah satu strategi yang menjadi keharusan dalam merespon perubahan lingkungan strategis adalah melakukan penerapan teknologi termutakhir. Tanpa terus menerus menerapkan perubahan teknologi, industri pertanian tidak akan mampu bersaing dalam merespon isu globalisasi. Perubahan teknologi juga merupakan respon terhadap tuntutan isu lingkungan, otonomi daerah, dan merespon aspek keadilan.
Sejalan dengan latar belakang isu tersebut, maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai perkembangan teknologi perkebunan yang sudah dikembangkan maupun yang masih perlu dikembangkan pada masa mendatang. Untuk itu, setelah pendahuluan ini, sekilas akan dibahas perkembangan subsektor perkebunan secara umum. Ketersediaan teknologi yang sudah dikembangkan oleh berbagai lembaga penelitian, khususnya, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), akan dibahas pada bagian berikutnya. Selanjutnya, bahasan difokuskan pada teknologi-teknologi yang masih perlu terus dikembangkan. Tulisan diakhiri dengan beberapa catatan penutup.
PERKEMBANGAN DAN PERAN STRATEGIS PERKEBUNAN
Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang mengalami pertumbuhan paling konsisten, baik ditinjau dari areal maupun produksi. Secara keseluruhan, areal perkebunan meningkat dengan laju 2.6% per tahun pada periode tahun 2000-2003, dengan total areal pada tahun 2003 mencapai 16.3 juta ha. Dari beberapa komoditas perkebunan yang penting di Indonesia (karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, teh, dan tebu), kelapa sawit, karet dan kakao tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya dengan laju pertumbuhan diatas 5% per tahun. Pertumbuhan yang pesat dari ketiga komoditas tersebut pada umumnya berkaitan dengan tingkat keuntungan pengusahaan komoditas tersebut relatif lebih baik dan juga kebijakan pemerintah untuk mendorong perluasan areal komoditas tersebut.
Sejalan dengan pertumbuhan areal produksi perkebunan juga meningkat dengan konsisten dengan laju 7.6% pada tahun 2000-2003, dengan total produksi mencapai 19.6 juta ton pada tahun 2003. CPO dari kelapa sawit dan karet merupakan dua komoditas yang mempunyai kontribusi yang dominan. Produksi kelapa sawit tumbuh pesat dengan laju 12.1% per tahun. Pertumbuhan produksi komoditas kakao dan kopi juga relatif pesat pada periode tersebut. Meningkatnya harga-harga produk perkebunan pada tahun 2003 merupakan salah satu faktor pendorong peningkatan produksi tersebut.
Sebagai salah satu subsektor penting dalam sektor pertanian, subsektor perkebunan secara tradisional mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai negara berkembang dimana penyediaan lapangan kerja merupakan masalah yang mendesak, subsektor perkebunan mempunyai kontribusi yang cukup signifikan. Sampai dengan tahun 2003, jumlah tenaga kerja yang terserap oleh subsektor perkebunan diperkirakan mencapai sekitar 17 juta jiwa. Jumlah lapangan kerja tersebut belum termasuk yang bekerja pada industri hilir perkebunan. Kontribusi dalam penyediaan lapangan kerja menjadi nilai tambah tersendiri, karena subsektor perkebunan menyediakan lapangan kerja di pedesaan dan daerah terpencil.
Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang mempunyai kontribusi penting dalam hal penciptaan nilai tambah yang tercermin dari kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB). Dari segi nilai absolut berdasarkan harga yang berlaku. PDB perkebunan terus meningkat dari sekitar Rp 33.7 triliun pada tahun 2000 menjadi sekitar Rp 47.0 triliun pada tahun 2003, atau meningkat dengan laju sekitar 11.7% per tahun. Dengan peningkatan tersebut, kontribusi PDB subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah sekitar 16 %. Terhadap PDB secara nasional tanpa migas, kontribusi subsektor perkebunan adalah sekitar 2.9 % atau sekitar 2.6 % PDB total. Jika menggunakan PDB dengan harga konstan tahun 1993, pangsa subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah 17.6%, sedangkan terhadap PDB nonmigas dan PDB nasional masing-masing adalah 3.0% dan 2.8%.
Sejalan dengan pertumbuhan PDB, subsektor perkebunan mempunyai peran strategis terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi yang dimulai tahun 1997, subsektor perkebunan kembali menunjukkan peran strategisnya. Pada saat itu, kebanyakan sektor ekonomi mengalami kemunduran bahkan kelumpuhan dimana ekonomi Indonesia mengalami krisis dengan laju pertumbuhan –13% pada tahun 1998. Dalam situasi tersebut, subsektor perkebunan kembali menunjukkan kontribusinya dengan laju pertumbuhan antara 4%-6% per tahun. Ketika ekonomi Indonesia mulai membaik, kontribusi dalam hal pertumbuhan, terus menunjukkan kinerja yang konsisten. Selama periode 2000-2003, laju pertumbuhan subsektor perkebunan selalu diatas laju pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sebagai contoh, pada tahun 2001, ketika laju pertumbuhan ekonomi secara nasional adalah sekitar 3.4%, subsektor perkebunan tumbuh dengan laju sekitar 5.6%.
Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor andalan dalam menyumbang devisa karena mempunyai orientasi pasar ekspor. Produk karet, kopi, kakao, teh dan minyak sawit adalah produk-produk dimana lebih dari 50% dari total produksi adalah untuk ekspor. Pada lima tahun terakhir, subsektor perkebunan secara konsisten menyumbang devisa dengan dengan rata-rata nilai ekspor produk primernya mencapai US$ 4 miliar per tahun. Nilai tersebut belum termasuk nilai ekspor produk olahan perkebunan, karena ekspor olahan perkebunan dimasukkan pada sektor perindustrian.
Terhadap isu global yang kini menjadi sorotan internasional seperti kemiskinan, ketahanan pangan, dan isu lingkungan/pembangunan berkelanjutan, subsektor perkebunan mempunyai kontribusi yang juga tidak dapat diabaikan. Terlepas kegagalan dalam beberapa proyek PIR, pengembangan berbagai program perkebunan juga telah terbukti mampu mengurangi jumlah penduduk miskin. Suatu studi oleh Susila (2004) menunjukkan bahwa jumlah orang miskin di wilayah perkebunan kelapa sawit secara umum kurang dari 6%, sedangkan secara nasional jumlah penduduk miskin adalah sekitar 17%.
Peran strategis lain dari subsektor perkebunan dalam isu global yang perlu mendapat perhatian adalah kontribusinya dalam ketahanan pangan. Minyak goreng dan gula merupakan produk perkebunan yang mempunyai peran penting dalam memelihara ketahanan pangan. Negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Eropa, berusaha memaksimalkan tingkat produksi pangannya dalam upaya mencapai ketahanan pangan. Seperti diketahui, ketahanan pangan merupakan salah satu syarat penting dalam ketahanan nasional.
Akhirnya, subsektor perkebunan juga berperan penting dalam hal isu lingkungan yang merupakan isu global yang secara konsisten gaungnya semakin menguat. Pengembangan komoditas perkebunan di areal yang marginal merupakan wujud kontribusi subsektor perkebunan dalam memelihara lingkungan/konservasi. Sebagai contoh, pengembangan tanaman teh di daerah pegunungan dengan kemiringan yang tajam dengan kondisi lahan yang kritis, berperan penting dalam konservasi lingkungan. Pengembangan komoditas karet di lahan kering dan kritis juga memberi kontribusi nyata dalam memelihara bahkan memperbaiki lingkungan. Pengembangan komoditas kelapa sawit di lahan rawa juga merupakan wujud kontribusi subsektor perkebunan dalam memelihara lingkungan.
KETERSEDIAAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN
Ketersediaaan Teknologi untuk pengembangan agribisnis perkebunan tersedia di Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) untuk komoditas karet, kelapa sawit, kopi, kakao, teh, dan kina dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan untuk komoditas selain dibawah mandat LRPI. Di samping itu, berbagai lembaga penelitian seperti LIPI, BPPT, dan juga perguruan tinggi turut serta dalam menghasilkan berbagai teknologi perkebunan khususnya teknologi hilir kelapa sawit. Secara garis besar, teknologi/produk yang sudah dihasilkan adalah sebagai berikut:
1. Klon/varietas unggul. Hampir semua komoditas perkebunan utama telah memiliki klon/varietas unggul dengan produktivitas yang tinggi serta sifat sekunder yang lebih baik atau sesuai dengan permintaan pasar. Sebagai contoh adalah karet (IRR-42, IRR-39, IRR-118, BPM-107, BPM-109), kelapa sawit (Dy x P Sungai Pancur 1, DxP Sungai Pancur 2, DxP Lame dan DxP Marihat), tebu ( PS-80–1424, PS-851, PS-862, PS-863), teh (PPS1, PPS2, MPS6, MPS7, GPPS1), kopi (BP-425 dan 542) kapas (Kanesia-8 dan Kanesia-9), dan tembakau Madura.
2. Teknologi pengendalian hama terpadu. Berbagai teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) telah dihasilkan, sesuai dengan tuntutan sisi pembangunan berkesinambungan. Beberapa teknologi PHT yang sudah siap antara lain PHT untuk kapas, kopi, kakao, dan teh.
3. Teknologi peningkatan produktivitas. Berbagai teknologi budidaya telah dikembangkan dan diterapkan. Teknologi tersebut antara lain sistem pola usahatani berbagai tanaman perkebunan, sistem peremajaan partisipatif, pemupukan optimum, dan berbagai teknologi pengendalian hama dan penyakit.
4. Teknologi budidaya, produk organik, dan biotek. Teknologi budidaya organik yang sudah dikembangkan adalah untuk tanakan kopi dan teh. Sedangkan beberapa produk organik yang sudah dipasarkan antara lain bio-fertilizer, Ganoderma dan NoBB, teknologi penurunan Kadar protein Alergen pada lateks dan produksi kuinolin in-vitro.
5. Rekayasa peralatan. Peningkatan efisiensi penggunaan air di pabrik gula dengan biotray, prototipe mesin pengolah teh hijau, mesin petik teh, berbagai teknologi untuk penyulingan minyak atsiri, dan berbagai peralatan untuk mengolah produk kelapa.
6. Teknologi industri hilir. Berbagai teknologi industri hilir perkebunan sudah dikuasai. Untuk karet yang sudah dikembangkan antara lain teknologi barang jadi lateks dan karet seperti O-ring/oil seal pesawat udara dan kapal laut, impeller kapal laut, track shoe, boogie-wheel, tank buffer dan rubber fender. Untuk yang berbasis minyak sawit teknologi yang sudah dikembangkan antara lain rekayasa pabrik kelapa sawit mini dan super mini serta teknologi formulasi palm frying shortening, teknologi produksi produk-produk oleokimia turunan seperti biodiesel, pelumas dan gemuk (grease), bioemolien, plasticizer, sabun dan lilin. alat dan mesin untuk pengolahan kopi skala kecil. Berbagai teknologi industri hilir berbasis kopi (kopi bubuk, kopi instant), kakao (pasta, cokelat), teh, dan kelapa juga sudah dikembangkan.
7. Analisis dan sintesis kebijakan. Berbagai hasil analisis dan kajian yang berkaitan dengan kebijakan perkebunan sudah dilakukan. Kajian-kajian tersebut antara lain menyangkut usulan kebijakan pajak ekspor CPO, tarif impor gula, penghapusan PPn, kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor produk-produk teh, kopi dan karet Indonesia, usulan kebijakan percepatan pengembangan industri hilir perkebunan, alternatif model peremajaan tanaman perkebunan.
8. Teknologi pengendalian limbah. Berbagai teknologi untuk memproses limbah atau by-products sudah berhasil dikembangkan. Beberapa teknologi tersebut adalah teknologi berbasis produk samping kelapa (serabut, nata de coco, arang aktif, sarabuteX-SP) teknologi asap cair pada pengolahan karet untuk mengurangi polusi bau, teknologi pengolahan dan pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit (briket arang, kompos)
9. Sistem Informasi Agaribisnis Perkebunan. Bisnis yang demikian dinamis memerlukan dukungan data dan informasi yang cepat, akurat, dan terkini. Untuk itu, LRPI telah mengembangkan suatu Sistem Informasi Agribisnis Perkebunan (SIAP) sejak tahun 2002 guna mengkomunikasikan dan menginformasikan berbagai data, informasi, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan bisnis perkebunan. Informasi tersebut mencakup isu/ulasan terkini perkebunan, data dasar perkebunan, data ekonomi makro, pasar, harga, teknologi, produk, jasa, studi, tenaga ahli, dan kalender kegiatan perkebunan. Informasi tersebut dapat diakses pada website LRPI : www.ipard.com.
TEKNOLOGI YANG PROSPEKTIF UNTUK DIKEMBANGKAN
Walaupun sudah banyak teknologi yang dikembangkan dengan cakupan yang demikian luas, agribisnis perkebunan masih sangat membutuhkan dukungan teknologi baik yang berkaitan dengan dari industri hulu (upstream industries) maupun dengan industri hilir (downstream industries). Seperti diuraikan sebelumnya, pada masa mendatang, isu sentral masih pada peningkatan daya saing, pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, dan perubahan selera konsumen/pasar yang sangat dinamis. Untuk menjawab hal tersebut, secara garis besar teknologi yang masih prospektif untuk dikembangkan adalah sebagai berikut :
1. Bidang Perbenihan/Pembibitan. Salah satu sisi teknologi perkebunan yang masih sangat dibutuhkan pada masa mendatang adalah teknologi pada bidang pembenihan/pembibitan. Rendahnya produktivitas industri pertanian di Indonesia salah satunya berpangkal pada lemahnya pada bidang perbenihan. Indonesia masih ketinggalan dalam bidang ini bila dibandingkan dengan beberapa negara pesaing, khususnya Thailand dan Malaysia. Di samping itu, tututan selera konsumen yang semakit “cerewet” membutuhkan perbaikan sifat-sifat sekunder tanaman yang sesuai dengan selera konsumen. Sebagai contoh, konsumen menuntut CPO dengan kadar kolesterol yang rendah, kopi dengan kadar kafein yang rendah dan aroma yang kuat, serta teh dengan kadar katekin yang tinggi. Hal ini antara lain dapat dipenuhi melalui perbaikan sifat sekunder dari tanaman.
2. Bidang tataguna air. Salah satu penyebabnya produktivitas tanaman perkebunan Indonesia yang masih relatif rendah dan fluktuatif adalah kelemahan dalam manajemen dan teknologi tataguna air. Berbagai komoditi perkebunan Indonesia, seperti tebu dan teh memerlukan managemen tataguna air yang memadai. Di samping itu, sumberdaya air semakin lama semakin dinilai langka sehingga meningkatkan nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, pada masa mendatang, teknologi yang berkaitan dengan manajemen sumberdaya air pada masa mendatang akan semakin dibutuhkan.
3. Bidang Teknologi Produk Bio. Tuntutan produk yang sehat dan alami (produk bio) serta manajemen perkebunan yang menekankan pada pemeliharaan lingkungan (bersahabat dengan lingkungan) menuntut respon perubahan teknologi yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, berbagai teknologi bio yang ramah lingkungan akan semakin dibutuhkan pada masa mendatang. Berbagai input pertanian seperti pupuk dan pestisida bio diperkirakan akan mempunyai prospek yang baik sehingga investasi teknologi pada bidang tersebut diperkirakan masih cukup prospektif.
4. Bioteknologi perkebunan. Salah satu hambatan terbesar dalam bidang pemuliaan tanaman perkebunan yang konvensional adalah time lag yang demikian panjang antara penelitian dan hasil. Bioteknologi diperkirakan akan mempunyai peran penting untuk mengatasi masalah tersebut sehingga bioteknologi untuk pemuliaan tanaman merupakan teknologi yang sangat dibutuhkan pada masa mendatang. Teknologi penyakit dini dengan teknologi biotek juga sangat mendesak untuk dapat diwujudkan. Di samping tiu, berbagai produk bioteknologi perkebunan seperti formulasi produk-produk dalam bentuk pupuk atau bio pestisida juga mempunyai pasar yang terus berkembang.
5. Teknologi industri hilir perkebunan. Produk perkebunan Indonesia masih didominasi oleh produk primer; di sisi lain, nilai tambah lebih banyak diperoleh dengan memproduksi produk hilir di samping stabilitas harga yang jauh lebih terjamin. Oleh karena itu, berbagai teknologi industri hilir perkebunan masih prospektif untuk terus dikembangkan. Sebagai ilustrasi, berbagai produk turunan kelapa sawit, karet, kakao, dan kelapa belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh industri perkebunan di Indoensia. Oleh karena itu, investasi teknologi pada bidang ini dinilai masih mempunyai peluang yang cukup terbuka. Berbagai produk turunan dari industri perkebunan Indonesia masih dinilai potensial untuk berkembang sehingga investasi teknologi pada bidang tersebut harus dioptimalkan.
6. Teknologi pengelolaan/pemanfaatan limbah. Budidaya perkebunan dan pengolahan produk perkebunan, seperti sawit, kelapa, kakao, menghasilkan limbah padat dan cair yang demikian besar. Oleh karena itu, teknologi pengelolaan dan pemanfaatan limbah masih tetap merupakan teknologi yang prospektif untuk dikembangkan. Di samping untuk mengatasi isu lingkungan, pengembangan teknologi tersebut juga akan meningkatkan nilai tambah industri perkebunan secara signifikan.
7. Teknologi informatika dan pasar. Dinamika dan risiko (fisik maupun pasar) produk industri perkebunan relatif tinggi. Untuk menyiasati hal tersebut, teknologi informatika dan pasar merupakan salah satu teknologi yang masih dibutuhkan pada masa mendatang. Pengembangan berbagai sistem dan jaringan informasi yang mampu menghasilkan data dan informasi yang akurat, cepat, dan terkini masih masih mempunyai potensi pasar yang cukup besar.
PENUTUP
Industri perkebunan secara terus menerus menghadapi perubahan lingkungan strategis, baik bersumber pada isu globalisasi, lingkungan, perubahan selera konsumen, keadilan, perubahan kebijakan ekonomi makro pemerintah, serta dinamika ekonomi makro Indonesia. Agar industri perkebunan dapat terus berkembang guna mensejahterakan petani pada khususnya, serta masyarakat Indonesia pada umumnya, maka industri perkebunan harus merespon perubahan tersebut dengan cepat dan tepat. Pengembangan teknologi merupakan salah satu syarat keharusan dalam merespon perubahan lingkungan strategis tersebut.
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia telah menghasilkan berbagai teknologi guna meningkatkan produktivitas dan daya saing agribisnis perkebunan Indonesia. Teknologi yang dihasilkan mencakup teknologi yang berkaitan dengan pemuliaan, bioteknologi, budidaya konvensional dan budidaya organik, panen, pengolahan, dan berbagai masukan untuk merumuskan kebijakan guna pengembangan agribisnis perkebunan.
Agribisnis perkebunan yang demikian dinamis menuntut perubahan teknologi perkebunan yang cepat untuk masa mendatang. Pada dekade mendatang, bidang teknologi yang masih perlu segera dikembangkan adalah bidang pemuliaan, tataguna air, bioteknologi dan perkebunan organik, teknologi industri hilir, teknologi pemanfaatan limbah, dan teknologi informatika serta pasar.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2004. ‘Buletin Statistik Bulanan-Indikator Ekonomi'. Badan Pusat Statistik , Jakarta .
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia . 2004. ‘ Riset Perkebunan Sebagai Kunci Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan Indonesia ', Lembaga Riset Perkebunan Indonesia , Bogor
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2002. ‘Lima Tahun, Penelitian dan Pengembangan Pertanian 1997-2001, Membangun Agribisnis melalui Inovasi teknologi', Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian , Jakarta .
Susila, W. R. ‘Contribution of oil palm industry on economic growth and poverty alleviation in Indonesian economic recovery', Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian , 26(2): 12-20.
Didiek H. Goenadi
Wayan R. Susila
RINGKASAN
Dengan laju pertumbuhan yang relatif konsisten sekitar 4% per tahun, baik pada situasi ekonomi normal maupun krisis, subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. Peran penting tersebut mencakup penyediaan lapangan kerja, devisa, pengentasan kemiskinan, pembangunan pedesaan, dan pelestarian lingkungan.
Di sisi lain, agribisnis perkebunan Indonesia dinilai belum berkembang secara optimal yang tercermin dari rendahnya produktivitas dan efisiensi. Di samping itu, agribisnis perkebunan secara terus menerus menghadapi perubahan lingkungan strategis, baik bersumber pada isu globalisasi, lingkungan, perubahan selera konsumen, perubahan kebijakan ekonomi makro pemerintah, serta dinamika ekonomi makro Indonesia. Agar agribisnis perkebunan dapat terus berkembang maka agribisnis perkebunan harus merespon perubahan tersebut dengan cepat dan tepat. Pengembangan teknologi merupakan salah satu syarat keharusan dalam merespon perubahan lingkungan strategis tersebut.
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia telah menghasilkan berbagai teknologi guna meningkatkan produktivitas dan daya saing agribisnis perkebunan Indonesia. Teknologi yang dihasilkan mencakup teknologi yang berkaitan dengan pemuliaan, bioteknologi, budidaya konvensional dan budidaya organik, panen, pengolahan/industri hilir, penanganan dan pemanfaatan limbah, dan berbagai masukan untuk merumuskan kebijakan guna pengembangan agribisnis perkebunan.
Agribisnis perkebunan yang demikian dinamis menuntut perubahan teknologi perkebunan yang cepat untuk masa mendatang. Pada dekade mendatang, bidang teknologi yang masih perlu terus dikembangkan adalah bidang pemuliaan, tataguna air, bioteknologi dan perkebunan organik, teknologi industri hilir, teknologi pemanfaatan limbah, dan teknologi informatika serta pasar.
________________________________________
PENDAHULUAN
Subsektor perkebunan memegang peranan strategis dalam perekonomian Indonesia. Subsektor perkebunan mempunyai peran yang signifikan dalam penyediaan lapangan kerja dengan kontribusi sekitar 17 juta pada tahun 2003. Peran ini relatif konsisten, baik ketika Indonesia mengalami masa krisis maupun dalam masa booming. Subsektor perkebunan juga sangat strategis dalam penyediaan pangan, seperti minyak goreng sawit dan gula, yang merupakan salah satu pilar stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia. Terhadap PDB secara nasional tanpa migas, kontribusi subsektor perkebunan adalah sekitar 2.9 % atau sekitar 2.6 % PDB total. Jika menggunakan PDB dengan harga konstan tahun 1993, pangsa subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah 17.6%, sedangkan terhadap PDB nonmigas dan PDB nasional masing-masing adalah 3.0% dan 2.8% (Badan Pusat Statistik 2004).
Sejalan dengan dinamika yang terjadi, subsektor perkebunan secara terus menerus mengalami perubahan lingkungan strategis. Pertama, perubahan lingkungan strategis tersebut bersumber dari isu globalisasi yang pada dasarnya menuju pada liberalisasi perdagangan dan industri. Hal ini berimplikasi bahwa sektor pertanian Indonesia harus mampu secara terus menerus meningkatkan daya saingnya. Kedua, perubahan lingkungan strategis pada isu-isu lingkungan. Ketiga, sektor pertanian juga mengalami perubahan lingkungan strategis yang berpangkal dari pelaksanaan otonomi daerah. Perubahan faktor politik dan krisis multi-dimensional yang kini dihadapi Indonesia juga merupakan sumber perubahan lingkungan strategis. Merebaknya isu-isu keadilan juga merupakan faktor lain yang turut merubah lingkungan strategis sektor pertanian.
Salah satu strategi yang menjadi keharusan dalam merespon perubahan lingkungan strategis adalah melakukan penerapan teknologi termutakhir. Tanpa terus menerus menerapkan perubahan teknologi, industri pertanian tidak akan mampu bersaing dalam merespon isu globalisasi. Perubahan teknologi juga merupakan respon terhadap tuntutan isu lingkungan, otonomi daerah, dan merespon aspek keadilan.
Sejalan dengan latar belakang isu tersebut, maka dalam tulisan ini akan dibahas mengenai perkembangan teknologi perkebunan yang sudah dikembangkan maupun yang masih perlu dikembangkan pada masa mendatang. Untuk itu, setelah pendahuluan ini, sekilas akan dibahas perkembangan subsektor perkebunan secara umum. Ketersediaan teknologi yang sudah dikembangkan oleh berbagai lembaga penelitian, khususnya, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), akan dibahas pada bagian berikutnya. Selanjutnya, bahasan difokuskan pada teknologi-teknologi yang masih perlu terus dikembangkan. Tulisan diakhiri dengan beberapa catatan penutup.
PERKEMBANGAN DAN PERAN STRATEGIS PERKEBUNAN
Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang mengalami pertumbuhan paling konsisten, baik ditinjau dari areal maupun produksi. Secara keseluruhan, areal perkebunan meningkat dengan laju 2.6% per tahun pada periode tahun 2000-2003, dengan total areal pada tahun 2003 mencapai 16.3 juta ha. Dari beberapa komoditas perkebunan yang penting di Indonesia (karet, kelapa sawit, kelapa, kopi, kakao, teh, dan tebu), kelapa sawit, karet dan kakao tumbuh lebih pesat dibandingkan dengan tanaman perkebunan lainnya dengan laju pertumbuhan diatas 5% per tahun. Pertumbuhan yang pesat dari ketiga komoditas tersebut pada umumnya berkaitan dengan tingkat keuntungan pengusahaan komoditas tersebut relatif lebih baik dan juga kebijakan pemerintah untuk mendorong perluasan areal komoditas tersebut.
Sejalan dengan pertumbuhan areal produksi perkebunan juga meningkat dengan konsisten dengan laju 7.6% pada tahun 2000-2003, dengan total produksi mencapai 19.6 juta ton pada tahun 2003. CPO dari kelapa sawit dan karet merupakan dua komoditas yang mempunyai kontribusi yang dominan. Produksi kelapa sawit tumbuh pesat dengan laju 12.1% per tahun. Pertumbuhan produksi komoditas kakao dan kopi juga relatif pesat pada periode tersebut. Meningkatnya harga-harga produk perkebunan pada tahun 2003 merupakan salah satu faktor pendorong peningkatan produksi tersebut.
Sebagai salah satu subsektor penting dalam sektor pertanian, subsektor perkebunan secara tradisional mempunyai kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Sebagai negara berkembang dimana penyediaan lapangan kerja merupakan masalah yang mendesak, subsektor perkebunan mempunyai kontribusi yang cukup signifikan. Sampai dengan tahun 2003, jumlah tenaga kerja yang terserap oleh subsektor perkebunan diperkirakan mencapai sekitar 17 juta jiwa. Jumlah lapangan kerja tersebut belum termasuk yang bekerja pada industri hilir perkebunan. Kontribusi dalam penyediaan lapangan kerja menjadi nilai tambah tersendiri, karena subsektor perkebunan menyediakan lapangan kerja di pedesaan dan daerah terpencil.
Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor yang mempunyai kontribusi penting dalam hal penciptaan nilai tambah yang tercermin dari kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB). Dari segi nilai absolut berdasarkan harga yang berlaku. PDB perkebunan terus meningkat dari sekitar Rp 33.7 triliun pada tahun 2000 menjadi sekitar Rp 47.0 triliun pada tahun 2003, atau meningkat dengan laju sekitar 11.7% per tahun. Dengan peningkatan tersebut, kontribusi PDB subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah sekitar 16 %. Terhadap PDB secara nasional tanpa migas, kontribusi subsektor perkebunan adalah sekitar 2.9 % atau sekitar 2.6 % PDB total. Jika menggunakan PDB dengan harga konstan tahun 1993, pangsa subsektor perkebunan terhadap PDB sektor pertanian adalah 17.6%, sedangkan terhadap PDB nonmigas dan PDB nasional masing-masing adalah 3.0% dan 2.8%.
Sejalan dengan pertumbuhan PDB, subsektor perkebunan mempunyai peran strategis terhadap pertumbuhan ekonomi. Ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi yang dimulai tahun 1997, subsektor perkebunan kembali menunjukkan peran strategisnya. Pada saat itu, kebanyakan sektor ekonomi mengalami kemunduran bahkan kelumpuhan dimana ekonomi Indonesia mengalami krisis dengan laju pertumbuhan –13% pada tahun 1998. Dalam situasi tersebut, subsektor perkebunan kembali menunjukkan kontribusinya dengan laju pertumbuhan antara 4%-6% per tahun. Ketika ekonomi Indonesia mulai membaik, kontribusi dalam hal pertumbuhan, terus menunjukkan kinerja yang konsisten. Selama periode 2000-2003, laju pertumbuhan subsektor perkebunan selalu diatas laju pertumbuhan ekonomi secara nasional. Sebagai contoh, pada tahun 2001, ketika laju pertumbuhan ekonomi secara nasional adalah sekitar 3.4%, subsektor perkebunan tumbuh dengan laju sekitar 5.6%.
Subsektor perkebunan merupakan salah satu subsektor andalan dalam menyumbang devisa karena mempunyai orientasi pasar ekspor. Produk karet, kopi, kakao, teh dan minyak sawit adalah produk-produk dimana lebih dari 50% dari total produksi adalah untuk ekspor. Pada lima tahun terakhir, subsektor perkebunan secara konsisten menyumbang devisa dengan dengan rata-rata nilai ekspor produk primernya mencapai US$ 4 miliar per tahun. Nilai tersebut belum termasuk nilai ekspor produk olahan perkebunan, karena ekspor olahan perkebunan dimasukkan pada sektor perindustrian.
Terhadap isu global yang kini menjadi sorotan internasional seperti kemiskinan, ketahanan pangan, dan isu lingkungan/pembangunan berkelanjutan, subsektor perkebunan mempunyai kontribusi yang juga tidak dapat diabaikan. Terlepas kegagalan dalam beberapa proyek PIR, pengembangan berbagai program perkebunan juga telah terbukti mampu mengurangi jumlah penduduk miskin. Suatu studi oleh Susila (2004) menunjukkan bahwa jumlah orang miskin di wilayah perkebunan kelapa sawit secara umum kurang dari 6%, sedangkan secara nasional jumlah penduduk miskin adalah sekitar 17%.
Peran strategis lain dari subsektor perkebunan dalam isu global yang perlu mendapat perhatian adalah kontribusinya dalam ketahanan pangan. Minyak goreng dan gula merupakan produk perkebunan yang mempunyai peran penting dalam memelihara ketahanan pangan. Negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Eropa, berusaha memaksimalkan tingkat produksi pangannya dalam upaya mencapai ketahanan pangan. Seperti diketahui, ketahanan pangan merupakan salah satu syarat penting dalam ketahanan nasional.
Akhirnya, subsektor perkebunan juga berperan penting dalam hal isu lingkungan yang merupakan isu global yang secara konsisten gaungnya semakin menguat. Pengembangan komoditas perkebunan di areal yang marginal merupakan wujud kontribusi subsektor perkebunan dalam memelihara lingkungan/konservasi. Sebagai contoh, pengembangan tanaman teh di daerah pegunungan dengan kemiringan yang tajam dengan kondisi lahan yang kritis, berperan penting dalam konservasi lingkungan. Pengembangan komoditas karet di lahan kering dan kritis juga memberi kontribusi nyata dalam memelihara bahkan memperbaiki lingkungan. Pengembangan komoditas kelapa sawit di lahan rawa juga merupakan wujud kontribusi subsektor perkebunan dalam memelihara lingkungan.
KETERSEDIAAN TEKNOLOGI PERKEBUNAN
Ketersediaaan Teknologi untuk pengembangan agribisnis perkebunan tersedia di Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI) untuk komoditas karet, kelapa sawit, kopi, kakao, teh, dan kina dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Perkebunan untuk komoditas selain dibawah mandat LRPI. Di samping itu, berbagai lembaga penelitian seperti LIPI, BPPT, dan juga perguruan tinggi turut serta dalam menghasilkan berbagai teknologi perkebunan khususnya teknologi hilir kelapa sawit. Secara garis besar, teknologi/produk yang sudah dihasilkan adalah sebagai berikut:
1. Klon/varietas unggul. Hampir semua komoditas perkebunan utama telah memiliki klon/varietas unggul dengan produktivitas yang tinggi serta sifat sekunder yang lebih baik atau sesuai dengan permintaan pasar. Sebagai contoh adalah karet (IRR-42, IRR-39, IRR-118, BPM-107, BPM-109), kelapa sawit (Dy x P Sungai Pancur 1, DxP Sungai Pancur 2, DxP Lame dan DxP Marihat), tebu ( PS-80–1424, PS-851, PS-862, PS-863), teh (PPS1, PPS2, MPS6, MPS7, GPPS1), kopi (BP-425 dan 542) kapas (Kanesia-8 dan Kanesia-9), dan tembakau Madura.
2. Teknologi pengendalian hama terpadu. Berbagai teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) telah dihasilkan, sesuai dengan tuntutan sisi pembangunan berkesinambungan. Beberapa teknologi PHT yang sudah siap antara lain PHT untuk kapas, kopi, kakao, dan teh.
3. Teknologi peningkatan produktivitas. Berbagai teknologi budidaya telah dikembangkan dan diterapkan. Teknologi tersebut antara lain sistem pola usahatani berbagai tanaman perkebunan, sistem peremajaan partisipatif, pemupukan optimum, dan berbagai teknologi pengendalian hama dan penyakit.
4. Teknologi budidaya, produk organik, dan biotek. Teknologi budidaya organik yang sudah dikembangkan adalah untuk tanakan kopi dan teh. Sedangkan beberapa produk organik yang sudah dipasarkan antara lain bio-fertilizer, Ganoderma dan NoBB, teknologi penurunan Kadar protein Alergen pada lateks dan produksi kuinolin in-vitro.
5. Rekayasa peralatan. Peningkatan efisiensi penggunaan air di pabrik gula dengan biotray, prototipe mesin pengolah teh hijau, mesin petik teh, berbagai teknologi untuk penyulingan minyak atsiri, dan berbagai peralatan untuk mengolah produk kelapa.
6. Teknologi industri hilir. Berbagai teknologi industri hilir perkebunan sudah dikuasai. Untuk karet yang sudah dikembangkan antara lain teknologi barang jadi lateks dan karet seperti O-ring/oil seal pesawat udara dan kapal laut, impeller kapal laut, track shoe, boogie-wheel, tank buffer dan rubber fender. Untuk yang berbasis minyak sawit teknologi yang sudah dikembangkan antara lain rekayasa pabrik kelapa sawit mini dan super mini serta teknologi formulasi palm frying shortening, teknologi produksi produk-produk oleokimia turunan seperti biodiesel, pelumas dan gemuk (grease), bioemolien, plasticizer, sabun dan lilin. alat dan mesin untuk pengolahan kopi skala kecil. Berbagai teknologi industri hilir berbasis kopi (kopi bubuk, kopi instant), kakao (pasta, cokelat), teh, dan kelapa juga sudah dikembangkan.
7. Analisis dan sintesis kebijakan. Berbagai hasil analisis dan kajian yang berkaitan dengan kebijakan perkebunan sudah dilakukan. Kajian-kajian tersebut antara lain menyangkut usulan kebijakan pajak ekspor CPO, tarif impor gula, penghapusan PPn, kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekspor produk-produk teh, kopi dan karet Indonesia, usulan kebijakan percepatan pengembangan industri hilir perkebunan, alternatif model peremajaan tanaman perkebunan.
8. Teknologi pengendalian limbah. Berbagai teknologi untuk memproses limbah atau by-products sudah berhasil dikembangkan. Beberapa teknologi tersebut adalah teknologi berbasis produk samping kelapa (serabut, nata de coco, arang aktif, sarabuteX-SP) teknologi asap cair pada pengolahan karet untuk mengurangi polusi bau, teknologi pengolahan dan pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit (briket arang, kompos)
9. Sistem Informasi Agaribisnis Perkebunan. Bisnis yang demikian dinamis memerlukan dukungan data dan informasi yang cepat, akurat, dan terkini. Untuk itu, LRPI telah mengembangkan suatu Sistem Informasi Agribisnis Perkebunan (SIAP) sejak tahun 2002 guna mengkomunikasikan dan menginformasikan berbagai data, informasi, dan hasil penelitian yang berkaitan dengan bisnis perkebunan. Informasi tersebut mencakup isu/ulasan terkini perkebunan, data dasar perkebunan, data ekonomi makro, pasar, harga, teknologi, produk, jasa, studi, tenaga ahli, dan kalender kegiatan perkebunan. Informasi tersebut dapat diakses pada website LRPI : www.ipard.com.
TEKNOLOGI YANG PROSPEKTIF UNTUK DIKEMBANGKAN
Walaupun sudah banyak teknologi yang dikembangkan dengan cakupan yang demikian luas, agribisnis perkebunan masih sangat membutuhkan dukungan teknologi baik yang berkaitan dengan dari industri hulu (upstream industries) maupun dengan industri hilir (downstream industries). Seperti diuraikan sebelumnya, pada masa mendatang, isu sentral masih pada peningkatan daya saing, pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, dan perubahan selera konsumen/pasar yang sangat dinamis. Untuk menjawab hal tersebut, secara garis besar teknologi yang masih prospektif untuk dikembangkan adalah sebagai berikut :
1. Bidang Perbenihan/Pembibitan. Salah satu sisi teknologi perkebunan yang masih sangat dibutuhkan pada masa mendatang adalah teknologi pada bidang pembenihan/pembibitan. Rendahnya produktivitas industri pertanian di Indonesia salah satunya berpangkal pada lemahnya pada bidang perbenihan. Indonesia masih ketinggalan dalam bidang ini bila dibandingkan dengan beberapa negara pesaing, khususnya Thailand dan Malaysia. Di samping itu, tututan selera konsumen yang semakit “cerewet” membutuhkan perbaikan sifat-sifat sekunder tanaman yang sesuai dengan selera konsumen. Sebagai contoh, konsumen menuntut CPO dengan kadar kolesterol yang rendah, kopi dengan kadar kafein yang rendah dan aroma yang kuat, serta teh dengan kadar katekin yang tinggi. Hal ini antara lain dapat dipenuhi melalui perbaikan sifat sekunder dari tanaman.
2. Bidang tataguna air. Salah satu penyebabnya produktivitas tanaman perkebunan Indonesia yang masih relatif rendah dan fluktuatif adalah kelemahan dalam manajemen dan teknologi tataguna air. Berbagai komoditi perkebunan Indonesia, seperti tebu dan teh memerlukan managemen tataguna air yang memadai. Di samping itu, sumberdaya air semakin lama semakin dinilai langka sehingga meningkatkan nilai ekonomisnya. Oleh karena itu, pada masa mendatang, teknologi yang berkaitan dengan manajemen sumberdaya air pada masa mendatang akan semakin dibutuhkan.
3. Bidang Teknologi Produk Bio. Tuntutan produk yang sehat dan alami (produk bio) serta manajemen perkebunan yang menekankan pada pemeliharaan lingkungan (bersahabat dengan lingkungan) menuntut respon perubahan teknologi yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, berbagai teknologi bio yang ramah lingkungan akan semakin dibutuhkan pada masa mendatang. Berbagai input pertanian seperti pupuk dan pestisida bio diperkirakan akan mempunyai prospek yang baik sehingga investasi teknologi pada bidang tersebut diperkirakan masih cukup prospektif.
4. Bioteknologi perkebunan. Salah satu hambatan terbesar dalam bidang pemuliaan tanaman perkebunan yang konvensional adalah time lag yang demikian panjang antara penelitian dan hasil. Bioteknologi diperkirakan akan mempunyai peran penting untuk mengatasi masalah tersebut sehingga bioteknologi untuk pemuliaan tanaman merupakan teknologi yang sangat dibutuhkan pada masa mendatang. Teknologi penyakit dini dengan teknologi biotek juga sangat mendesak untuk dapat diwujudkan. Di samping tiu, berbagai produk bioteknologi perkebunan seperti formulasi produk-produk dalam bentuk pupuk atau bio pestisida juga mempunyai pasar yang terus berkembang.
5. Teknologi industri hilir perkebunan. Produk perkebunan Indonesia masih didominasi oleh produk primer; di sisi lain, nilai tambah lebih banyak diperoleh dengan memproduksi produk hilir di samping stabilitas harga yang jauh lebih terjamin. Oleh karena itu, berbagai teknologi industri hilir perkebunan masih prospektif untuk terus dikembangkan. Sebagai ilustrasi, berbagai produk turunan kelapa sawit, karet, kakao, dan kelapa belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh industri perkebunan di Indoensia. Oleh karena itu, investasi teknologi pada bidang ini dinilai masih mempunyai peluang yang cukup terbuka. Berbagai produk turunan dari industri perkebunan Indonesia masih dinilai potensial untuk berkembang sehingga investasi teknologi pada bidang tersebut harus dioptimalkan.
6. Teknologi pengelolaan/pemanfaatan limbah. Budidaya perkebunan dan pengolahan produk perkebunan, seperti sawit, kelapa, kakao, menghasilkan limbah padat dan cair yang demikian besar. Oleh karena itu, teknologi pengelolaan dan pemanfaatan limbah masih tetap merupakan teknologi yang prospektif untuk dikembangkan. Di samping untuk mengatasi isu lingkungan, pengembangan teknologi tersebut juga akan meningkatkan nilai tambah industri perkebunan secara signifikan.
7. Teknologi informatika dan pasar. Dinamika dan risiko (fisik maupun pasar) produk industri perkebunan relatif tinggi. Untuk menyiasati hal tersebut, teknologi informatika dan pasar merupakan salah satu teknologi yang masih dibutuhkan pada masa mendatang. Pengembangan berbagai sistem dan jaringan informasi yang mampu menghasilkan data dan informasi yang akurat, cepat, dan terkini masih masih mempunyai potensi pasar yang cukup besar.
PENUTUP
Industri perkebunan secara terus menerus menghadapi perubahan lingkungan strategis, baik bersumber pada isu globalisasi, lingkungan, perubahan selera konsumen, keadilan, perubahan kebijakan ekonomi makro pemerintah, serta dinamika ekonomi makro Indonesia. Agar industri perkebunan dapat terus berkembang guna mensejahterakan petani pada khususnya, serta masyarakat Indonesia pada umumnya, maka industri perkebunan harus merespon perubahan tersebut dengan cepat dan tepat. Pengembangan teknologi merupakan salah satu syarat keharusan dalam merespon perubahan lingkungan strategis tersebut.
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia telah menghasilkan berbagai teknologi guna meningkatkan produktivitas dan daya saing agribisnis perkebunan Indonesia. Teknologi yang dihasilkan mencakup teknologi yang berkaitan dengan pemuliaan, bioteknologi, budidaya konvensional dan budidaya organik, panen, pengolahan, dan berbagai masukan untuk merumuskan kebijakan guna pengembangan agribisnis perkebunan.
Agribisnis perkebunan yang demikian dinamis menuntut perubahan teknologi perkebunan yang cepat untuk masa mendatang. Pada dekade mendatang, bidang teknologi yang masih perlu segera dikembangkan adalah bidang pemuliaan, tataguna air, bioteknologi dan perkebunan organik, teknologi industri hilir, teknologi pemanfaatan limbah, dan teknologi informatika serta pasar.
DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. 2004. ‘Buletin Statistik Bulanan-Indikator Ekonomi'. Badan Pusat Statistik , Jakarta .
Lembaga Riset Perkebunan Indonesia . 2004. ‘ Riset Perkebunan Sebagai Kunci Peningkatan Daya Saing Produk Perkebunan Indonesia ', Lembaga Riset Perkebunan Indonesia , Bogor
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2002. ‘Lima Tahun, Penelitian dan Pengembangan Pertanian 1997-2001, Membangun Agribisnis melalui Inovasi teknologi', Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian , Jakarta .
Susila, W. R. ‘Contribution of oil palm industry on economic growth and poverty alleviation in Indonesian economic recovery', Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian , 26(2): 12-20.
BIOGRAFI SOICHIRO HONDA
Sochiro Honda lahir sebagai anak pertama seorang pandai besi bernama Gihei Honda, pada 1906 di sebuah desa kecil bernama Komyo (sekarang bernama Tenryu), Jepang. Ia tidak mengenyam pendidikan formal memadai dan tidak cemerlang di sekolah. Namun memiliki semangat dan cita-cita yang sangat tinggi.Berbagai literatur menyebutkan bahwa awal ketertarikannya pada dunia diawali pada usia yang sangat muda. Pada tahun 1922 dia bekerja pada bengkel Art Shokai, tidak meneruskan keahlian ayahnya sebagai seorang pandai besi. Pekerjaannya tidak langsung berhubungan dengan mesin seperti yang dia inginkan namun sebagai seorang tenaga cleaning service sambil mengasuh bayi dari pemilik bengkel, sampai pemilik bengkel menemukan bakat Honda yang sesungguhnya. Enam tahun kemudian dia dipercaya membuka bengkel cabang Art Shokai di Hamamatsu. bengkel itulah yang membuka jalan selanjutnya.
Awalnya, dia merasa bahwa bengkel miliknya adalah yang satu-satunya di kota itu, namun tak lama kemudian dia dihadapkan pada kenyataan bahwa dia tidak sendirian. Segera muncul pesaing-pesaing baru namun ia memiliki 2 langkah untuk memenangkan persaingan. Pertama ia menerima perbaikan yang ditolak sebelumnya oleh bengkel lainnya dan kedua adalah bekerja secepat mungkin sehingga pelanggan tidak butuh waktu lama untuk menunggu.Namun Sochiro bukan tipe yang puas dengan satu keberhasilan. Dia banyak menginginkan gagasan yang perlu diwujudkan. Contohnya ide membuat velg dengan jari-jari logam menggantikan jari-jari kayu. Obsesinya membuatring piston yang saat itu masih sulit untuk didapat. Masa itu, buatan luar negeri jarang yang sempurna dan sukar dibuat. Ring piston itulah yang membuat dirinya kembali ke sekolah pada usia 28 tahun setelah bergulat dengan berbagai macam percobaan, ring piston yang dibuatnya tidak sesuai harapannya. Butuh tiga tahun untuk mewujudkan proyek ring piston ini. Namun di masa perang dunia akhirnya menjadi penyuplai industri militer.
Setelah perang usai, ia muncul ide memasang mesin pada sepeda yang merupakan cikal bakal sepeda motor di kemudian hari. Awalnya ia memanfaatkan mesin-mesin bekas perang. Sewaktu buatannya dijual, respon masyarakat luar biasa. Dagangannya cepat laku hingga mendorongnya untuk membuat sepeda motor yang sebenarnya. Pada 24 September 1948 didirikannya Honda Motor Company. Prototype pertamanya sendiri lahir pada Agustus 1948 yang dinamai "Dream" (Seperti halnya spirit dan filosofi Honda Company, "The power of The Dream").
Meski sepeda motornya sukses, Honda ternyata terbentur masalah finansial bahkan terancam bangkrut. Ia memang seorang penemu dan mekanik yang hebat namun tidak pandai mengelola keuangan. Inilah yang kemudian mempertemukan dirinya dengan Takeo Fujisawa orang yang sangat berpengaruh pada kelangsungan bisnis Honda selanjutnya. Saat itu Honda berusia 42 Tahun dan Fujisawa berusia 38 tahun. Dengan mimpi dan keinginannya untuk menjangkau dunia, dan itulah yang terjadi selanjutnya sehingga produk-produk Honda tak hanya menjadi nomor 1 di Jepang tetapi juga di Amerika dan di belahan lainnya.Di mata karyawannya, Sochiro terkenal keras, bahkan tak jarang dia "main tangan" dalam arti yang sesungguhnya. Bekerja dengan Sochiro berarti ada dua pilihan: pindah ke perusahaan lain atau belajar dengannya. Satoshi Okubo, salah seorang chairman Honda, seperti yang dikutip Robert L Shook dalam bukunya, Honda an American Succes Story, mengatakan : "pada tahun 1950-an tidak banyak lowongan pekerjaan pada perusahaan besar. Saya ingat ucapan Sochiro Honda dihadapan karyawan baru bahwa perusahaan lain mungkin tidak mempertimbangkan anda, tapi kami percaya pada anda semua, kalau ingin keluar silahkan. Beritahu kami jika ada yang tidak puas dan kalau ada kesempatan yang lebih baik silahkan ambil". Namun kekerasan Sochiro biasanya mencair ketika acara minum sake bersama. Di saat itu dia dikenal menjadi murah hati dan penuh welas asih.
Selain mencintai dunia permesinan, Sochiro sendiri tergila-gila dalam dunia balap. Itu pula yang kemudian menjadi kunci suksesnya. Dari arena balap, dia mendapatkan masukan berharga bagi pengembangan produknya. Bahkan ketika baru memasuki dunia pembuatan mobil pada tahun 1962, hanya 2 tahun sesudahnya, ia langsung merealisasikan idamannya, terjun di arena Formula 1. Sedangkan di kancah produksi massal, Honda menelurkan produk yang sangat disukai pasar, hemat bahan bakar dan berkecepatan tinggi, yang menjadi trade merk Honda hingga sekarang.Pengagum Napoleon Bonaparte ini dikenal sebagai antinepotisme. Ia tidak suka menempatkan keluarganya di posisi penting begitu saja. Ketika ia pensiun pada 1973, ia menyerahkan pimpinannya pada Kiyoshi Kawashima. Sochiro meninggal pada tahun 1991 di usia 84 akibat penyakit liver. Meninggalkan istrinya, Sachi dan seorang anak laki-laki serta dua anak perempuan.
Sang pendiri "kerajaan" Honda - Soichiro Honda - diliputi kegagalan. Ia juga tidak menyandang gelar insinyur, lebih-lebih Profesor seperti halnya B.J. Habibie, mantan Presiden RI. Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru. "Nilaiku jelek di
sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya disekitar mesin, motor dan sepeda," tutur tokoh ini, yang meninggal pada usia 84 tahun,Setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat mengindap lever. Saat merintis bisnisnya Soichiro Honda selalu diliputi kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari kuliah. Namun ia trus bermimpi dan bermimpi...Kecintaannya kepada mesin, mungkin ''warisan'' dari ayahnya yang membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko, Jepang Tengah, tempat kelahiran Soichiro Honda. Di bengkel, ayahnya memberi cathut (kakak tua) untuk mencabut paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya.Di situ, lelaki kelahiran 17 November 1906, ini dapat berdiam diri berjam-jam. Di usia 8 tahun, ia mengayuh sepeda sejauh 10 mil, hanya ingin menyaksikan pesawat terbang. Ternyata, minatnya pada mesin, tidak sia-sia. Ketika usianya 12 tahun, Honda berhasil menciptakan sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Tapi, benaknya tidak bermimpi menjadi usahawan otomotif. Ia sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak tampan, sehingga membuatnya rendah diri. Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke Jepang, bekerja Hart Shokai Company. Bosnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari perhatiannya. Enam tahun bekerja disitu, menambah wawasannya tentang permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, bosnya mengusulkan membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu.
Tawaran ini tidak ditampiknya. Di Hamamatsu prestasi kerjanya tetap membaik. Ia selalu menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu, jam kerjanya larut malam, dan terkadang sampai subuh. Otak jeniusnya tetap kreatif. Pada zaman itu, jari-jari mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik meredam goncangan. Ia punya gagasan untuk menggantikan ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luarbiasa. Ruji-ruji logamnya laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia. Di usia 30, Honda menandatangani patennya yang pertama. Setelah menciptakan ruji, Honda ingin melepaskan diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Ia mulai berpikir, spesialis apa yang dipilih? Otaknya tertuju kepada pembuatan Ring Pinston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada tahun 1938. Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak memenuhi standar. Ring buatannya tidak lentur, dan tidak laku dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu. Mereka menyesalkan dirinya keluar dari bengkel.
Karena kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian, kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi, soal Ring Pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin. Siang hari, setelah pulang kuliah - pagi hari, ia langsung ke bengkel, mempraktekan pengetahuan yang baru diperoleh. Setelah dua tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang mengikuti kuliah. "Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentaukum makanan dan pengaruhnya, " ujar Honda, yang gandrung balap mobil. Kepada Rektornya, ia jelaskan maksudnya kuliah bukan mencari ijasah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap penghinaan. Berkat kerja kerasnya, desain Ring Pinston-nya diterima. Pihak Toyota memberikan kontrak, sehingga Honda berniat mendirikan pabrik. Eh malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap perang, tidak memberikan dana. Ia pun tidak kehabisan akal mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya terbakar dua kali.
Namun, Honda tidak patah semangat. Ia bergegas mengumpulkan karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang dibuang oleh kapal Amerika Serikat, digunakan sebagai bahan mendirikan pabrik. Tanpa diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga diputuskan menjual pabrik Ring Pinstonnya ke Toyota. Setelah itu, Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal. Akhirnya, tahun 1947,setelah perang Jepang kekurangan bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak-poranda. Sampai-sampai Honda tidak dapat menjual mobilnya untuk membeli makanan bagi keluarganya. Dalam keadaan terdesak, ia memasang motor kecil pada sepeda. Siapa sangka, "sepeda motor" - cikal bakal lahirnya mobil Honda - itu diminati oleh para tetangga. Mereka berbondong-bondong memesan, sehingga Honda kehabisan stok. Disinilah, Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut mobilnya, menjadi "raja" jalanan dunia, termasuk Indonesia. Soichiro Honda mengatakan, janganlah melihat keberhasilan dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah kegagalan-kegagalan yang dialaminya. "Orang melihat kesuksesan saya hanya satu persen. Tapi, mereka tidak melihat 99% kegagalan saya", tuturnya. Ia memberikan petuah ketika Anda mengalami kegagalan, yaitu mulailah bermimpi, mimpikanlah mimpi baru dan berusahalah untuk merubah mimpi itu menjadi kenyataan. Kisah Honda ini, adalah contoh bahwa Suskes itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di sekolah, ataupun berasal dari keluarga miskin. Jadi buat apa kita putus asa bersusah hati merenungi nasib dan kegagalan. Tetaplah tegar dan teruslah berusaha, lihatlah Honda sang "Raja" jalanan.
Ada 5 Resep keberhasilan Honda:
1.Selalulah berambisi dan berjiwa muda.
2.Hargailah teori yang sehat, temukan gagasan baru, khususkan waktu
memperbaiki produksi.
3.Senangilah pekerjaan Anda dan usahakan buat kondisi kerja Anda
senyaman mungkin.
4.Carilah irama kerja yang lancar dan harmonis.
5.Selalu ingat pentingnya penelitian dan kerja sama.
SUDAH SAATNYA KITA HIDUP BERSIH
CARA-CARA MENANGGULANGINYA
Sebenarnnya ini bukan hanya salah pemerintah saja, tetapi juga salah kita semua sebagai masyarakat Indonesia. Karena kurangnya kesadaran terhadap kebersihan. Jadi mulai sekarang kita membiasakan diri untuk membuang sampah pada tempatnya dimanapun dan kapanpun. Dan bedakan antara sampah kering dengan sampah basah. Supaya mudah untuk memilih mana sampah yang masih bisa di daur ulang dengan yang tidak bisa di daur ulang.
Para orang tua juga harus mendidik anak-anaknya untuk menjaga kebersihan. Mungkin di beri penjelasan mengapa sampah harus di buang pada tempatnya dan di beri contoh untuk membuang sampah pada tempatnya setiap waktu. Peran pemerintah juga di butuhkan di dalam masyarakat. Karena pemerintah adalah yang mengatur rakyat supaya negara ini bersih, aman dan tentram.
Jadi pemerintah di sini harus membuat program-program yang bisa memotivasi masyarakatnya menjaga kebersihan.
MANFAAT HIDUP BERSIH
Apabila kita sudah melaksanakan cara-cara tersebut dan pemerintah juga ikut mendukungnya, kita akan mendapatkan manfaatnya. Di antaranya:
Belajar dan mengerjakan tugas kantor/sekolah akan merasa nyaman dan fokus
Istirahat akan terasa nyaman
Hemat biaya karena motor/mobilnya tidak mogok dan jarang ke bengkel
Perjalanan ke kantor maupun sekolah tidak terhambat
Bebas dari penyakit
Kota-kota menjadi indah
Banyak wisatawan asing yang berkunjung ke negara kita
Pendapatan negara menjadi lebih banyak karena banyaknya wisatawan asing yang datang
tips dari dewiq
Kalo kamu-kamu punya kebiasaan curhat lewat tulisan di kertas atau diary. Jangan anggap enteng tuh…karena siapa tahu bisa jadi bahan bagus kalo kamu emang berniat jadiin lirik sebuah lagu. Tips buat yang punya niat, hobi dan coba-coba ngikutin jejaknya sebagai penulis lagu.
Do :
• Sebelum memulai menulis lagu, perasaan kamu harus lepas, tulus, jujur dan mengalir aja
• Kalo tiba-tiba ingin curhat dikertas, curhat aja
• Kalo kamu tersentuh dengan sesuatu spt kasus teman atau orang lain, go head!
• Bisa juga kamu ngeluarin pendapat/opini dan pandanganmu ttg sesuatu
• Selalu siapin bolpoin kemanapun kamu pergi. Bawa jg alat perekam/HP kamu yg bisa ngerekam
• Cari tempat ternyaman buat kamu menulis
• Cari partner yang bisa maen gitar atau piano (kalo kamu gak bisa maen alat musik)
• Bikin perasaan kamu enjoy
Don’t:
• Ditempat ramai, karena biasanya energi nya bisa keputus pada saat diajak ngobrol temen atau liat sesuatu yg ganggu konsentrasi kamu
• Menunda-nunda curhat atau nulis uneg-uneg yang kamu rasain saat itu
• Nggak lepas dan gak ngalir
• Perasaan terbebani dan gak nyaman
• Nggak enjoy